Secara
lahiriah yang mempunyai rumah di Minangkabau adalah kaum perempuan. Dengan
terjadinya pernikahan maka pihak laki-laki/ suami akan tinggal dirumah keluarga
istri maka kekerabatan yang timbul akibat pernikahan itu adalah Sumando (Menantu
Laki-laki). Ayah dalam hal ini disebut sebagai sumando di lingkungan
keluarga istri (oleh adik, kakak laki-laki pihak ibu, dan mamak ibu) dan bagi
adik laki-laki atau uda dari pihak istri. Bagi suaminya akan terjadi
hubungan kekerabatan mamak rumah.
Pokok
Pembahasan :
A. Fungsi Urang Sumando
Seorang suami jika masih tinggal/ menetap dirumah keluarga istri maka oleh keluarga istrinya ia dianggap sebagai seorang tamu yang dihormati/ disegani. Dia hadir di rumah keluarga istri karena terjadi pernikahan, namun seorang sumando dia tidak termasuk anggota keluarga pihak istrinya. Dengan kata lain kedudukannya seperti pepatah Minangkabau: sadalam-dalam aia sahinggo dado itiak, saelok-elok sumando sahinggo pintu biliak.
Maksud dari pepatah tesebut, kewenangan sumando di rumah istrinya hanya sebatas pintu biliak/ kamar istrinya, serta kepala keluarga anak-anak dan istrinya. Pepatah lain mengatakan, sumando bak abu diateh tungku, tibo angin kancang abu batabangan, namun pepatah ini untuk zaman sekarang sudah tidak lazim disebut orang. Karena pada umunya begitu terikat pernikahan, mereka sudah tidak lagi tinggal bersama orang tua/ keluarga istrinya. Saat ini peran ayah/ bapak sudah sangat besar terhadap keluarganya. Sebagai pimpinan tanggung jawab ayah selaku sumando sangat besar dan berat demi kelangsungan hidup keluarganya dan pendidikan anak-anaknya serta memikirkan kemenakannya.
B.
Jenis Sumando di Minangkabau
Orang Minangkabau dalam kehidupan sehari-hari selalu mengambil contoh pada kehidupan di alam ini termasuk pola hidup manunsia. Pepatah minangkabau alam takambang jadi guru dan ambiak contoh ka nan sudah, ambiak tuah ka nan manang.
Panakik pisau sirauik
Ambiak galah batang lintabuang
Salodang ambiak ka niru
Satitiak jadikan lauik
Sakapa jadikan gunuang
Alam takambang jadi guru
Orang Minangkabau dalam kehidupan sehari-hari selalu mengambil contoh pada kehidupan di alam ini termasuk pola hidup manunsia. Pepatah minangkabau alam takambang jadi guru dan ambiak contoh ka nan sudah, ambiak tuah ka nan manang.
Panakik pisau sirauik
Ambiak galah batang lintabuang
Salodang ambiak ka niru
Satitiak jadikan lauik
Sakapa jadikan gunuang
Alam takambang jadi guru
Dari pepatah adat tadi kita dapat
menyimpulkan bahwa masyarakat Minangkabau menjadikan alam sebagai guru dan
mengambil pelajaran dari alam serta mengembangkan apa yang dimiliki guna
membangun kehidupan yang lebih baik.
Ada enam kategori sumando di Minangkabau, yaitu:
1. Sumando ayam gadang atau Sumando buruang puyuah
Maksudnya, sumando yang hanya pandai beranak, tapi tanggung jawab terhadap istri dan anaknya tidak ada.
2. Sumando langau hijau
Maksudnya, sumando berpenampilan gagah tapi kelakuannya kurang baik, suka kawin cerai, dan meninggalkan anak-anaknya tanpa tanggung jawab.
3. Sumando kacang miang
Maksudnya, urang sumando yang tingkah lakunya hanya membuat orang susah, suka memfitnah, mengadu domba, dan memecah belah kaum keluarga istrinya.
4. Sumando lapiak buruak
Urang sumando yang tidak menjadi perhitungan bagi keluarga istrinya, seperti tikar pandan yang lusuah di rumah istrinya.
5. Sumando kutu dapua
Urang sumando yang banyak bekerja dirumah daripada di luar dimana kerjanya seperti, memasak, mencuci piring, dan sebagainya. Dengan kata lain, pekerjaannya sudah seperti pekerjaan kaum perempuan.
6. Sumando niniak mamak
Sumando yang jadi suri tauladan dan sangat diharapkan semua orang. Tutur kata dan budi bahasanya yang sangat baik, serta suka membantu kaum keluarga istrinya dan kaum keluarganya sendiri.
Ada enam kategori sumando di Minangkabau, yaitu:
1. Sumando ayam gadang atau Sumando buruang puyuah
Maksudnya, sumando yang hanya pandai beranak, tapi tanggung jawab terhadap istri dan anaknya tidak ada.
2. Sumando langau hijau
Maksudnya, sumando berpenampilan gagah tapi kelakuannya kurang baik, suka kawin cerai, dan meninggalkan anak-anaknya tanpa tanggung jawab.
3. Sumando kacang miang
Maksudnya, urang sumando yang tingkah lakunya hanya membuat orang susah, suka memfitnah, mengadu domba, dan memecah belah kaum keluarga istrinya.
4. Sumando lapiak buruak
Urang sumando yang tidak menjadi perhitungan bagi keluarga istrinya, seperti tikar pandan yang lusuah di rumah istrinya.
5. Sumando kutu dapua
Urang sumando yang banyak bekerja dirumah daripada di luar dimana kerjanya seperti, memasak, mencuci piring, dan sebagainya. Dengan kata lain, pekerjaannya sudah seperti pekerjaan kaum perempuan.
6. Sumando niniak mamak
Sumando yang jadi suri tauladan dan sangat diharapkan semua orang. Tutur kata dan budi bahasanya yang sangat baik, serta suka membantu kaum keluarga istrinya dan kaum keluarganya sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar